Surat Dari Praha Masih Dibayangi "Prahara" Plagiat

Nadia Sabila View: 1278

Surat Dari Praha, film terbaru garapan kolaborasi sutradara Angga Dwimas Sasongko dengan musisi kondang Glenn Fredly, ramai dibicarakan karena menuai kontroversi.

Sejak Agustus 2015 lalu, film yang akan dirilis 28 Januari 2016 besok ini diklaim menjiplak salah satu judul cerpen dalam karya penulis asal Malang, Yusri Fajar, tanpa izin. Menanggapi selentingan tersebut, Glenn Fredly, mengungkapkan bahwa kesamaan judul tersebut adalah sebuah kebetulan.

Dalam wawancaranya dengan sebuah program hiburan stasiun TV Swasta, penyanyi asal Ambon ini menuturkan,"Ini sebuah karya kolaborasi sebenernya, lahir dari proses dan pemikiran panjang...antara saya dan Angga Sasongko. Akhirnya, come up ide dari dua lagu saya, menjadi retrospektif dari kacamata Angga untuk disuguhkan menjadi sebuah film,"

Glenn menekankan bahwa film Surat Dari Praha ini pada dasarnya terinspirasi dari musik gubahannya. Dan pemilihan judul Surat Dari Praha ini, lanjut Glenn, adalah buah dari proses dan riset yang telah dilakukan oleh tim workshop Angga. Jadi, jika pada kenyataannya ada karya yang sama, menurutnya merupakan suatu ketidaksengajaan dan tak perlu dijadikan masalah yang besar.

"Justru itu, saya nggak mau melihat ini sebagai barrier. Jadi ketika kita lihat, 'oh ternyata ada nih, karya lain' ... Masalah seperti adalah hal yang sangat wajar. Apalagi core-nya beda banget,"

Glenn berharap, fenomena ini dapat dipandang sebagai suatu hal yang positif dan dapat dijadikan ajang untuk saling mendukung karya, antara film dan karya dalam tulisan Yusri.

Yusri Belum Tahu Alur Cerita Film

Sementara itu, dari pihak Yusri Fajar sendiri, sang penulis buku Surat Dari Praha, mengaku baru mengetahui ada film yang berjudul sama dengan karyanya dari ramainya komentar di akun sosial media miliknya.

Dalam pernyataan eksklusif kepada kru Sinemapedia 16 Desember 2015 lalu, Yusri menyoroti kesamaan judul, tema, dan poster antara bukunya dengan film, yakni kisah seorang pelajar Indonesia yang tidka bisa kembali ke tanah air karena konflik di tahun 1960-an, sehingga ia hanya berkomunikasi lewat surat dari Praha ke Indonesia. "(Kasus ini muncul) sejak Agustus lalu, judul dan tema sama, poster film juga mirip dengan cover buku saya." katanya.

Meski demikian, Yusri sendiri belum mengetahui apakah plot cerita film akan sama persis dengan tulisannya atau tidak. "Prediksi saya berbeda. Apalagi dari rencana launching film oktober 2015 diundur 2016 setelah rame beritanya di media massa,"

Yusri menyatakan akan tetap mengapresiasi jika ada iktikad baik dari produser film Surat Dari Praha untuk berdiskusi dengan dirinya.

Nadia Sabila

Mantan anggota teater di kampus dan suka menonton film animasi Barat, drama, komedi, dan sci-fi. Meski bertampang sangar, ia kurang berminat pada film yang banyak mengandung adegan-adegan mengagetkan dan sadis. Kadang suka salah fokus lebih memperhatikan soundtrack-nya daripada film-nya.

Lihat profil selengkapnya






Berita Lain
Review Film




Artikel Popular