Disney Tolak Sensor Beauty And The Beast Untuk Malaysia

Anna Muttaqien View: 1464

Film Beauty and The Beast yang dijadwalkan tayang minggu ini, terancam batal meluncur ke bioskop Malaysia gegara perselisihan akibat pemangkasan satu adegan terkait isu LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Isu yang sama juga membayangi rencana penayangannya di beberapa negara lain.

 

Gegara Sidekick Naksir Villain Utama

Yang jadi perkara dalam film Beauty and The Beast ini adalah Le Fou, sidekick dari tokoh villain utama Gaston. Le Fou merupakan karakter Disney pertama yang secara terbuka dinyatakan sebagai gay. Tepatnya, dia dikabarkan 'naksir' Gaston.

Beauty and The Beast - Le Fou dan Gaston

Padahal, aktivitas homoseks termasuk tindakan ilegal menurut hukum agama maupun sekuler di Malaysia. Pelakunya bisa dijatuhi hukuman penjara atau korporal. Sejalan dengan itu, karakter gay dalam film hanya boleh ditampilkan secara negatif atau dalam kondisi bertobat.

Rencana penayangan film Beauty and The Beast pun mendapatkan tentangan dari kalangan agamis Malaysia, baik dari kelompok Muslim maupun Kristiani.

>>>Lihat trailer Beauty and The Beast disini.

 

Adegan Tak Cocok Untuk Anak-Anak

Belum diketahui persis seperti apa adegan terkait Le Fou yang ingin digunting sensor Malaysia berhubung versi full-nya belum nampang di bioskop. Akan tetapi sutradaranya, Bill Condon, telah mengatakan bahwa Le Fou "bingung tentang seksualitasnya" dan bahwa film itu menunjukkan "momen gay" singkat. Sedangkan di beberapa laman internasional disebutkan adegan itu menunjukkan Le Fou berdansa dengan karakter pria lain.

Dewan Sensor Film Malaysia menyatakan bahwa film Beauty and The Beast telah disetujui untuk ditayangkan, setelah adegan terkait disunting. Rating yang diberikan adalah P13, artinya dibutuhkan panduan orang tua untuk anak-anak di bawah usia 13 tahun. Pimpinan Dewan Sensor, Abdul Halim Abdul Hamid, mengatakan pada Associated Press, "Itu hanya satu adegan pendek, tetapi tidak layak karena banyak anak-anak akan menonton film ini."

Meski begitu, pada hari Rabu ini (15/3) Disney memberikan pernyataan pada media bahwa mereka takkan mengizinkan pemotongan seperti itu dan justru memilih untuk menunda perilisan film Beauty and The Beast di Malaysia. Belum diketahui kapan dan bagaimana nasib film ini nantinya di negeri jiran.

 

Tak Cuma Di Malaysia

Suara kontra gegara satu adegan gay tersebut tak hanya didapat dari Malaysia. Film yang dibintangi Emma Watson dan Dan Stevens ini lolos gunting sensor di Singapura, tetapi mendapatkan perhatian khusus dari Uskup Anglikan Rennis Ponniah dari Gereja Katedral St. Andrew Singapura yang merilis peringatan bagi jemaah tentangnya.

Sebuah bioskop di Alabama, Amerika Serikat, menolak menayangkan Beauty and The Beast. Rusia pun kini tengah mempertimbangkan untuk melarang peredarannya sehubungan dengan undang-undang yang melarang propaganda gay pada anak-anak.

Sedangkan di Indonesia, film yang bakal premier hari Jumat, 17 Maret 2017 tersebut belum menuai kecaman, walaupun sejumlah netizen menyatakan takkan mengajak anak-anak mereka menonton. Lembaga Sensor Film yang berwenang memantau dan menyunting film-film impor telah mengungkapkan bahwa film Beauty and The Beast sudah lolos sensor tanpa suntingan.

Bagaimana menurut Anda? Apakah kontroversi ini berlebihan, ataukah memang layak dikhawatirkan?


Anna Muttaqien

Kontributor sekaligus editor di Sinemapedia. Hobi menulis, membaca, nonton, plus nggosip apa saja yang hubungannya dengan Asia dan Jepang. Mulai suka anime dan manga sejak tahun 90-an, berlanjut sampai sekarang.

Lihat profil selengkapnya






Berita Lain
Review Film




Artikel Popular